Serbuan Warganet ke BWF Belum Berhenti, Dianggap Caper Unggah Foto Putri KW di Orleans Masters

Netizen atau warganet Indonesia tampaknya masih terus menaruh dendam atas ketidakprofesionalan BWF terkait penyelenggaraan All England Open 2021. Walau ajang tersebut sudah selesai, netizen Indonesia terus menyerang akun resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) demi menuntut pertanggungjawaban akibat tim Indonesi dipaksa mundur. Hal itu terlihat saat akun Twitter BWF mempromosikan kompetisi Orleans Master 2021 pada Rabu 24 Maret 2021.

Mereka mengunggah foto salah satu pebulu tangkis Indonesia, Putri Kusuma Wardani (Putri KW). Namun respons yang diberikan warganet justru negatif, terutama yang berasal dari Indonesia. Para netizen menganggap BWF hanya mencari perhatian dengan mengunggah foto pebulu tangkis Indonesia.

Sementara itu, Putri Kusuma Wardani terus melaju di ajang Orleans Masters 2021 hingga ke babak Perempat Final. Putri KW melangkah ke putaran delapan besar usai memenangi pertandingan melawan Sabrina Jaquet (Swiss) pada babak kedua di Palais des Sports, Orleans, Prancis, Kamis (25/3/2021). Bertanding selama 39 menit, Putri menang dengan skor identik 21 16, 21 16.

Namun pada laga babak 8 besar, Jumat (26/3/2021), Putri harus mengakui keunggulan Pebulu Tangkis Thailand, Busanan Ongbamrungphan 13 21, 14 21. Tim Indonesia sebelumnya dipaksa mundur dari All England Open 2021 oleh BWF atas rekomendasi National Health Service (NHS) Test and Trace. Rekomendasi NHS itu muncul karena tim Indonesia menumpangi pesawat yang sama dengan suspek pengidap virus Corona alias Covid 19 dalam perjalanan menuju Inggris.

Sesuai regulasi pemerintah Inggris, setiap orang yang positif Covid 19 atau memiliki kontak dengan orang yang positif Covid 19 wajib menjalani isolasi mandiri selama 10 hari. Hal inilah yang kemudian membuat tim Indonesia tak bisa melanjutkan kiprah mereka pada All England Open 2021 meskipun hasil PCR Test dan Swab Test sebelumnya selalu negatif. BWF hanya bisa menyesali kejadian ini dan memohon permintaan maaf kepada Indonesia.

Permintaan maaf BWF ditulis langsung oleh sang presiden, Poul Erik Hoyer yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Tim Indonesia menerima permintaan maaf BWF, namun menuntut pertanggungjawaban untuk ajang ajang yang akan dihelat di masa mendatang. “Kalau menurut saya, masalah ini harus diperjelas, pertandingan kita kan sudah sedikit takutnya ada apa apa di jalan dan kejadian lagi kayak gini dan BWF lepas tangan," kata Ganda Putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon seperti dilansir BolaSport.com dari Kompas TV.

"Nanti kasih permintaan maaf saja beres gitu, biar ada pertanggungjawabannya bagaimana." "Kemarin kan kelihatan banget ketidakadilannya menurut saya, dan menurut teman teman semua." "Jadi harus diperjelas, nggak segampang itu bilang saya minta maaf, salah, sudah beres, begitu saja," tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2021 Smoothteddy.com - WordPress Theme by WPEnjoy